Rumah Tua Mr. Abraham Fletterman Semarang

by - Saturday, July 14, 2018

www.kopidankamu.com


Buat para pecinta bangunan kuno, tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi. Menurut saya pribadi, ada sesuatu yang bikin penasaran tiap kali lewat di depan rumah yang terletak dipertigaan antara Jalan Kyai Saleh dan Jalan Veteran Semarang. Tentu saja karena memang bangunan khas peninggalan Belanda yang unik dan arsitektur asli bangunan masih tetap dipertahankan walaupun sudah diperbaiki total pada saat dihibahkan dari pemilik terakhir sebelum meninggal kepada Yayasan Mardi Waluyo.

Sejarah

Rumah ini dikenal juga dengan sebutan Rumah Baterman. Dibangun pada tahun 1890, 128 tahun yang lalu. Pemiliknya adalah seorang warga negara Belanda bernama Abraham Fletterman. Beliau adalah seorang arsitek yang lahir di Den Haag, 13 Desember 1888 dan menikah dengan seorang warga negara Belanda kelahiran Wonogiri yaitu Corrie Fletterman-Smith.

Pada tahun 1914, didikanlah perkumpulan yang beranggotakan warga negara Belanda bernama Vereeniging tot Bevordering van de Inlandsche Ziekenverpleeging, yaitu yayasan yang bergerak dalam bidang kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu. Yayasan inilah yang merupakan cikal bakal dari Yayasan Mardi Waluyo yang kita kenal sekarang. Di rumah milik keluarga Fletterman inilah kegiatan dari yayasan tersebut berlangsung. Tentu saja karena keduanya, bapak dan ibu fletterman adalah pengurus aktif yang terlibat langsung pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh yayasan ini.

Sampai akhirnya Pak Abraham meninggal pada 26 Mei 1959, 1 tahun setelah Yayasan Mardi Waluyo berdiri dan beliau dimakamkan di Mount Carmel, Ungaran. Salah satu bangunan peninggalan yang sempat diarsiteki oleh Pak Abraham semasa hidup adalah di Jalan Kesambi, Candi Baru, yang sekarang menjadi Hotel Kesambi Hijau.

Setelah istri Pak Abraham meninggal dunia, dikarenakan mereka tidak memiliki keturunan, maka rumah tersebut diwariskan kepada kerabat beliau bernama Max dan istrinya yang bernama Elly. Demikian halnya seperti Pak Abraham, Pak Max ini juga tidak dikaruniani keturunan, sehingga ketika beliau meninggal, maka rumah ini hanya ditinggali oleh Ibu Elly hingga akhirnya beliau menyerah, tidak sanggup mengurus dan merawat rumah seluas 3.602 m². Akhirnya pada tahun 2013, rumah tersebut dihibahkan kepada Yayasan Mardi Waluyo untuk mengurus, merawat, dan memanfaatkan sebaik-baiknya.

Bangunan dan Interior

Terdiri dari 2 lantai, di lantai pertama terdapat 2 kamar tidur yang di setiap kamar tidurnya terdapat ruang kerja. Di lantai 2 terdapat 1 kamar tidur dengan kamar mandi dan ruang perpustakaan. Semua kamar tidur tersebut memiliki balkon/teras yang langsung menghadap ke taman. Ciri khas bangunan Belanda yang terdapat pada rumah ini adalah adanya pintu dan jendela yang banyak dan berukuran besar serta jarak plafon yang tinggi, hal ini bertujuan untuk membuat sirkulasi udara agar tetap baik dan tidak terasa panas. Dengan adanya jendela yang cukup besar tersebut membuat pencahayaan pada siang hari bisa sangat maksimal di semua ruangan. Di bagian tangga terdapat jendela yang besar dan berwarna pink, hal ini bertujuan untuk meredam pancaran langsung dari sinar matahari agar tidak terlalu silau.

www.kopidankamu.com

www.kopidankamu.com

www.kopidankamu.com

www.kopidankamu.com

www.kopidankamu.com

www.kopidankamu.com

Semua interior yang terdapat di dalam rumah Pak Abraham ini masih asli dan akan tetap dipertahankan oleh pengurus yayasan agar tetap terawat dengan baik. Yang unik lainnya adalah bagian kamar mandi. Tidak hanya bentuk closetnya yang sekarang pasti sudah jarang lagi kita temui, tapi juga ukuran kamar mandi yang sangat luas, plus bathtube klasik.

www.kopidankamu.com

www.kopidankamu.com


www.kopidankamu.com
Beberapa koleksi lukisan Pak Abraham yang masih dipajang sebagai hiasan, sangat klasik alias kuno.

Sekarang tempat ini juga telah dibuka dan disewakan untuk umum. Silahkan datang langsung di Jl. Kyai Saleh No. 15 Semarang. Anda tertarik untuk berkunjung kemari? Mungkin Anda akan mendapatkan sensasi lain, seperti menembus masa lalu. Buktikan sendiri...





You May Also Like

0 comments

Terima kasih sudah mau berkomentar...