Ceritaku Saat Sidang Tilang

by - Sunday, April 29, 2018

Ceritaku Saat Sidang Tilang

Pasal 293 = tidak menyalakan lampu pada malam hari dan kondisi tertentu; Sanksi Pidana Kurungan Paling Lama 1 (satu) bulan atau denda Paling Banyak Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) = tidak menyalakan lampu pada siang hari; Sanksi Pidana Kurungan Paling Lama 15 (lima belas) hari atau denda Paling  Banyak Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah)

Hallo there!!! Setelah break sekian lama akhirnya nulis lagi. Tapi tulisan kali ini rada OOT alias out of topic, soalnya nggak ada bau-bau travelling gitu...😆

Baiklah, jadi gini teman-teman... Bulan kemaren, tepatnya tanggal 17 Maret 2018, pak suami kena tilang nih. Pas kebetulan ada operasi gitu, dan ternyata lampu motor nggak nyala. Itulah alesan ketilangnya, karena surat2 semua lengkap. By the way, lucunya kan klo siang memang aturannya lampu motor harus nyala kan, tapi yang naik motor mana tau klo tuh lampu mati, ya kan? Beda klo jalannya pas malam pasti ketahuan kan... So, ya sudahlah, dapatlah surat cintah dari om police.

Ternyata ini alasannya kenapa lampu motor wajib nyala walaupun siang hari... mungkin ada temen-temen yang juga baru tau kayak saya ya?

"Penting kalau siang-siang menyalakan lampu. Hasil survei mengungkap ketika kita berkendara dari arah yang berlawanan ada sinar yang datang, pupil mata akan tertarik (mengikuti atau tertuju ke arah cahaya). Efeknya, si pengemudi menjadi lebih peduli dan perhatian," terang Bebin Djuana,  pakar automotif.
Sama halnya dengan cahaya lampu kendaraan yang datang dari arah belakang.
"Di belakang pun secara sadar atau tidak sadar bila ada cahaya datang maka si pengemudi akan melirik ke spion. Coba kalau tidak menyalakan lampu pasti sopir tidak mengetahui ada kendaraan di belakangnya," pungkasnya. Sumber: https://news.okezone.com/read/2015/04/09/15/1131804/mengapa-menyalakan-lampu-motor-di-siang-hari-penting

Sesuai dengan surat cintah dari om police, kita ngedate lagi bulan berikutnya tepatnya tanggal 20 April 2018. Karena STNK motor dibawa om police, jadi sementara kemana-mana bawa surat cintah di dompet. 

Singkat cerita, akhirnya tanggal yang ditunggu pun tiba, ceileeee... yang nggak sabar😅. Berbekal sepucuk surat, berangkatlah saya mewakili pak suami untuk menghadiri sidang tilang. Denger kata sidang kayaknya serius banget yak, bayangannya ada hakim, jaksa, pembela, and bla bla bla. Ternyata huhuhu... cuman bayar doang, trus dibalikin tuh STNK. Cepet banget pokoknya, buat yang belum pernah, nih bisa buat referensi, kali-kali aja kalian juga pas apes kena tilang.

Prosedur Sidang Tilang di Kota Semarang

  1. Datang pagi, sekitar jam 07.00 sudah sampai di Kantor Kejaksaan Negeri yang terletak di Jl. Abdurahman Saleh, seberang Museum Ronggowarsito Semarang.
  2. Sampai sana, tanya security/satpam tempat daftar peserta sidang ditempel. Untuk jam sepagi ini, ketika saya cek di website disini belum ada jadwal tanggal saya sidang, alias belum tayang. Klo ditawarin sama orang/ calo yang mau ngurusin jangan mau ya, rugi klo udah sampe sana tinggal tunggu bentar kok, sayang uangnya bisa buat jajan beli rempeyek😁.
  3. Jadi kalian harus mencari di daftar peserta sidang tilang secara manual ya, rada njilimet siy, tapi percayalah pasti ketemu... Klo pas nggak sabar nyari, ada juga yang bersedia bantu nyariin, cuman harus bayar Rp 5.000,-. Itu informasi dari beberapa orang yang males nyari sendiri, soalnya harus sabar, mana tulisan namanya kecil pula.
    Ceritaku Saat Sidang Tilang

  4. Tujuannya adalah kita mencari nomor urut yang tertera di sebelah kiri, yaitu nomor yang digunakan untuk memudahkan petugas mencari berkas kita. Setelah ketemu nama kita, silahkan tulis di slip tilang yang kita bawa, habis itu duduk manis ya, nunggu panggilan.
    Ceritaku Saat Sidang Tilang
  5. Oya, klo kalian datangnya agak siang mungkin bisa langsung cek di website disini atau ke pos satpam, buat minta tolong dicarikan pakai laptopnya petugas, itu juga info dari sesama peserta sidang, tapi nggak tau bayar ato nggak ke petugasnya ya.
  6. Sekitar jam 07.30 petugas udah ada yang siap-siap, langsung aja slip dikumpulkan di depan, disediakan keranjang untuk tempat slip. Catat nomer urut yang tadi kita cari, karena yang akan dipanggil adalah nomor dan nama. Perhatikan baik-baik info dari petugas. Waktu itu, infonya begini... "Siapkan uang pas, untuk pelanggaran sepeda motor rata-rata Rp 80.000,- dan mobil rata-rata Rp 100.000,-"
  7. Setelah ada panggilan, langsung maju bikin barisan ngantre untuk langsung bayar. Cepet kan?
  8. Berhubung saya minta tanda terima resmi, jadi setelah bayar harus nunggu lagi sekitar sepuluh menitan, buat dibikinin tanda terima sama petugasnya.

Ceritaku Saat Sidang Tilang


Ceritaku Saat Sidang Tilang

Ceritaku Saat Sidang Tilang

Semoga bermanfaat ya teman-teman!!!

You May Also Like

0 comments

Terima kasih sudah mau berkomentar...